Jumat, 26 Oktober 2012

Makalah Bola kaki


BAB I
PENDAHULUAN
1.1.        Latar Belakang
Dalam salah satu dokumen militer menyebutkan, pada tahun 206 SM, pada masa pemerintahan Dinasti Tsin dan Han, masyarakat Cina telah memainkan bola yang disebut tsu chu. Tsu sendiri artinya “menerjang bola dengan kaki”. sedangkan chu, berarti “bola dari kulit dan ada isinya”. Permainan bola saat itu menggunakan bola yang terbuat dari kulit binatang, dengan aturan menendang dan menggiring dan memasukkanya ke sebuah jaring yang dibentangkan diantara dua tiang.
Versi sejarah kuno tentang sepak bola yang lain datangnya dari negeri Jepang, sejak abad ke-8, masyarakat disana telah mengenal permainan bola. Masyarakat disana menyebutnya dengan: Kemari. Sedangkan bola yang dipergunakan adalah kulit kijang namun ditengahnya sudah lubang dan berisi udara.
Menurut Bill Muray, salah seorang sejarahwan sepak bola, dalam bukunya The World Game: A History of Soccer, permainan sepak bola sudah dikenal sejak awal Masehi. Pada saat itu, masyarakat Mesir Kuno sudah mengenal teknik membawa dan menendang bola yang terbuat dari buntalan kain linen.
Sisi sejarah yang lain adalah di Yunani Purba juga mengenal sebuah permainan yang disebut episcuro, tidak lain adalah permainan menggunakan bola. Bukti sejarah ini tergambar pada relief-relief museum yang melukiskan anak muda memegang bola dan memainkannya dengan pahanya.
Sejarah sepak bola modern dan telah mendapat pengakuan dari berbagai pihak, asal muasalnya dari Inggris, yang dimainkan pada pertengahan abad ke-19 pada sekolah-sekolah. Tahun 1857 beridiri klub sepak bola pertama di dunia, yaitu: Sheffield Football Club. Klub ini adalah asosiasi sekolah yang menekuni permainan sepak bola.
Pada tahun 1863, berdiri asosiasi sepak bola Inggris, yang bernama Football Association (FA). Badan ini yang mengeluarkan peraturan permainan sepak bola, sehingga sepak bola menjadi lebih teratur, terorganisir, dan enak untuk dinikmati penonton.
Selanjutnya tahun 1886 terbentuk lagi badan yang mengeluarkan peraturan sepak bola modern se dunia, yaitu: International Football Association Board (IFAB). IFAB dibentuk oleh FA Inggris dengan Scottish Football Association, Football Association of Wales, dan Irish Football Association di Manchester, Inggris.
Sejarah sepak bola semakin teruji hingga saat ini IFAB merupakan badan yang mengeluarkan berbagai peraturan pada permainan sepak bola, baik tentang teknik permainan, syarat dan tugas wasit, bahkan sampai transfer perpindahan pemain.
1.2.        Rumusan Masalah
1.    Bagaimana cara bermain sepak bola.
2.    Apa manfaat olah raga.
1.3.        Tujuan Masalah
1.    Mengetahui tata cara bermain sepak bola
2.    Mengetahui peraturan sepak bola
1.4.        Manfaat
Hasil dari penulisan ini diharapkan dapat memberi manfaat kepada semua pihak khususnya kepada siswa untuk mengubah pengetahuan dan wawasan dalam menghadapi lomba sepak bola. Manfaat lain dengan adanya penulisan makalah ini diharapkan dapat dijadikan acuan.





BAB II
PEMBAHASAN
2.1.    Pengertian Sepak Bola
Sepak bola adalah: Permainan bola yang sangat populer dimainkan oleh dua tim yangmasing-masing beranggotakan sebelas orang.
2.2.    Tujuan Permainan
Dua tim yang masing-masing terdiri dari II orang bertarung untuk memasukkan sebuah bola bundar kegawang lawan. Tim yang mencetak lebih banyak gol adalah seng pemenang (biasanya dalam jangka waktu 90 menit, tetapi ada cara lain untuk menentukan pemenang jika hasilnya seri). Akan di adakan pertambahan waktu 2x15 menit dan apabila dalam pertambahan waktu hasilnya masih seri akan diadakan adu pinalti yang setiap timnya akan diberi 5x kesempatan untuk menendang bola kea rah gawang dari titik pinalti yang berada didalam daerah kipper hingga hasilnya bisa ditentukan.  Peraturan-peraturan terpenting dalam mencapai tujuan ini adalah pemain.




2.3.    Peraturan Permainan
2.3.1. Lapangan Permainan

a. Ukuran : Panjang 100-110 m x lebar 64-74 m 
b. Garis batas : Garis lebar....cm, yakni garis sentuh disisi garis gawang di ujung-ujung, dan garis melintang tengah lapangan... m lingkaran tengah, tidak ada tembok  penghalang atau papan.
c. Daerah Pinalti : busur berukuran 18 m dan setiap pos
d. Garis pinalti :.....m dari titik tengah garis gawang
e. Garis kedua pinalti : ....m dari titik tengah garis gawang
f. Zona pergantian : daerah «m («m pada setiap sisi garis tangah lapangan) pada sisi.
g. Gawang : Lebar 7m x tinggi 2,5 mh. Permukaan daerah pelemparan, halus, rata dan abrasif.
2.3.2. Bola
a. Ukuran : 68-70 cm 
b. Keliling : 100 cm
c. Berat : 410-450 cm
d. Lambungan : 1000 cm pada pantulan pertama
e. Bahan : Karet atau karet sintesis (buatan)
2.3.3. Jumlah Pemain
a. Jumlah pemain maksimal memulai pertandingan : 11 salah satunya penjaga gawang
 b. Jumlah pemain maksimal keluar lapangan (tidak termasuk cedera) : 4
c. Jumlah pemain cadangan maksimum : 12
d. Jumlah wasit : 1
e. Jumlah hakim garis : 2-4
f. Batas jumlah pergantian pemain : 3 kecuali pertangdingan dan uji coba
2.3.4. Perlengkapan Permainan
a. Kaos bernomor (sejak tahun 1954) 
b. Celana pendek 
c. Kaos kaki
d. Pelindung tulang kering
e. Alas kaki bersolkan karet
2.3.5  Wasit Yang Mengatur Pertandingan
Wasit yang memimpin pertandingan sejumlah 1 orang dan dibantu 2 orang sebagai hakim garis. Kemudian dibantu wasit cadangan yang membantu apabila terjadi pergantian pemain dan mengumumkan tambahan waktu. Pada Piala Dunia 2006, digunakan ofisial ke-lima. Penggunaan 2 wasit sempat dicoba pada copa italia.Penggunaan 4 hakim garis kabarnya juga dicoba di piala dunia 2010,dimana 2 diantaranya berada di belakang gawang.
2.3.6. Lama Permainan
a. Lama normal : 2x45 menit 
b. Lama istirahat : 1,5 menit
c. Perpanjangan waktu 2x15 menit. Bila hasil masih imbang setelah perpanjanganwaktu normal.
d. Ada adu pinalti jika jumlah gol kedua tim seri soal perpanjangan waktu selesai
e. Time ± out 1 per Tim per Babak 
f. Waktu pergantian babak maksimal 15 menit
2.3.7 Taktik Permainan
a. 4-4-2 (klasik empat pemain belakang atau skipper dengan dua gelandang sayap) 
b. 4-4-4-1 (2 pasang gelandang sayap, satu gelandang serang dan stiker tungaal)
 c. 4-2-4 (dua sayap)
d. 4-3-2-1 (3 pemain gelandang tengah, 2 gelandang serang, dan stiker tunggal)
e. 4-3-1-2 (4 bek, 3 gelandang bertahan, 1 penyerang lubang, 2 stiker)
f. 4-5-1 (4, bek, 2 sayap, 3 gelandang, 1 stiker)
g. 4-2-3-1 (2 bek tengah, 2, bek sayap, 2 winger, 1 penyerang lubang stiker)
h. 4-3-3 (4 bek. 3 gelandang bertahan, 2 stiker sayap, 1 stiker tengah)
i. 4-3-3 (2 bek sayap, 2 bek tengah, 2 sayap, 2 gelandang bertahan 3 stiker) 
j. 4-1-4-1 (4 bek, 1 gelandang bertahan, 4 gelandang 1 stiker)
 Taktik yang dipakai oleh sebuah tim selalu berubah tergantung dari kondisi yang terjadi selama permainan berlangsung. Pada intinya ada tiga taktik yang digunakan yaitu; Bertahan, Menyerang, dan Normal.
2.4.    Tendangan Bebas
Tendangan bebas terbagi dua yaitu langsung atau tidak langsung. Untuk tendangan bebas langsung atau tidak langsung. Bola harus dalam keadaan berhenti ketika tendangan bebas (akan) dilakukan dan penendang bola tidak boleh menyentuh bola untuk kedua kalinya sebelum di sentuh oleh pemain lainnya.
Ø  Jika bola pada tendangan bebas langsung ditendang langsung masuk kedalam gawang lawan, sebuah gol disahkan
Ø  Jika bola pada tendangan bebas langsung ditendang langsung masuk kedalam gawang sendiri, diberikan tendangan sudut kepada tim lawan.


Isyarat
Wasit memberikan isyarat tendangan bebas tidak langsung dengan mengangkat tangannya di atas kepalanya. Ia mempertahankan tangannya dalam posisi tersebut sampai tendangan dilakukan dan bola telah menyentuh pemain lain atau bola keluar dari lapangan permainan.
2.5.    Bola Masuk Gawang
Sebuah gol dari tendangan tidak langsung disahkan apabila bola dimainkan oleh pemain lain sebelum bola tersebut masuk ke gawang.
Ø  Jika bola pada tendangan bebas tidak langsung ditendang langsung masuk ke gawang lawan, tendangan gawang (goal kick) diberikan.
Ø  Jika bola pada tendangan bebas tidak langsung ditendang langsung masuk kedalam gawang sendiri, ia diberikan tendangan sudut kepada tim lawan.
Ø  Tendangan bebas langsung atau tidak langsung kepada tim yang bertahanSeluruh pemain lawan harus berada pada jarak 9,15 meter (10 yard) dari bola;
Ø  Seluruh pemain lawan tetap berada di luar daerah pinalti sampai bola dalam permainan;
Ø  Bola dalam permainan


2.6.    Tendangan Pinalti
Sebuah tendangan pinalti dijatuhkan terhadap tim yang melakukan salah satu dari sepuluh pelanggaran yang dihukum dengan tendangan bebas langsung, dan pelanggaran tersebut dilakukan didalam daerah pinaltinya sendiri pada saat bola masih dalam permainan.
Gol dapat langsung tercipta dari sebuah tendangan pinalti.
Waktu tambahan dapat diberikan untuk tendangan pinalti yang dilaksanakan pada akhir tiap-tiap babak atau pada akhir babak perpanjangan waktu.
Apabila tendangan pinalti dilakukan selama waktu permainan normal, atau diberikan tambahan waktu meskipun babak pertama atau keseluruhan waktu pertandinagn telah selesai untuk melaksanakan hukuman berupa tendangan pinalti atau pengulangan pelaksanaan tendangan pinalti, gol disahkan, walupun sebelum melewati kedua tiang gawang dan di bawah mistar gawang : Bola menyentuh salah satu atau kedua tiang gawang dan / atau mistar gawang dan / atau kiper.
2.7.    Lemparan ke Dalam
Lemparan ke dalam adalah suatu cara untuk memulai kembali permainan. Sebuah gol tidak dapat disahkan langsung dari lemparan ke dalam. Lemparan ke dalam diberikan :
·      Bila bola sepenuhnya melewati garis samping, baik menggelinding di tanah maupun melayang di udara.
·      Dilakukan dari titik di mana bola melewati garis samping.
·      Diberikan kepada lawan dari pemain yang terakhir menyentuh bola.
2.8.    Tendangan Gawang
Tendangan gawang adalah salah satu cara untuk memulai kembali permainan. Gol yang tercipta dari tendangan gawang langsung ke gawang lawan dinyatakan sah.
Tendangan gawang diberikan apabila:
·      Seluruh bagian bola yang ditendang/disentuh oleh pemain dari tim tang menyerang, melewati garis gawang, baik menggelinding di tanah maupun melayang di udara, dan sesuai dengan peraturan Permainan 10 kejadian tersebut bukan merupakan gol.
2.9.    Tendangan Sudut
Tendangan sudut adalah suatu cara untuk memulai kembali permainan. Gol yang tercipta langsung dari suatu tendangan sudut dianggap sah tetapi hanya terhadap gawang tim lawan. Tendangan sudut diberikan, apabila:
·      Seluruh bagian bola yang di tending/disentuh oleh pemain dari tim yang bertahan, melewati garis gawang, baik menggelinding di tanah maupun melayang diudara, dan sesuai dengan Peraturan 10 kejadin tersebut bukan merupan gol.
2.10. Macam-macam Pelanggaran Dalam Sepak Bola
Ø  hands ball
Ø  tekel keras
Ø  mendorong
Ø  off-side
Ø  protes keras terhadap wasit/hakim garis
Ø  mengangkat kaki terlalu tinggi ( saat duel )
Ø  berlama-lama saat bola mati
Ø  pelatih masuk lapangan/protes
Ø  kiper menyentuh bola dengan tangan di luar kotak 16
Ø  kiper menangkap bola back-pass
Ø  memakai aksesoris saat bermain.
2.11. Tekhnik Dasar Bermain Sepak Bola
Untuk bermain bola dengan baik pemain dibekali dengan teknik dasar yang baik. Pemain yang memiliki teknik dasar yang baik pemain tersebut cenderung dapat bermain sepakbola dengan baik pula. Beberapa teknik dasar yang perlu dimiliki pemain sepakbola adalah Menendang ( kicking ), Menghentikan atau Mengontrol ( stoping ), Menggiring ( dribbling ), Menyundul ( heading ), Merampas ( tacling ), Lemparan Kedalam ( trow – in ) dan Menjaga Gawang ( Goal Keeping ). Dibawah ini akan dijelaskan beberapa teknik Menendang, Menghentikan, dan Mengiring bola dalam permainan Sepakbola.
2.11.1  Menendang ( kicking )
Menendang bola merupakan salah satu karakteristik permainan sepakbolayang paling dominan. Tujuan utama menendang bola adalah untuk mengumpan ( passing ), dan menembak kearah gawang ( shootig at the goal ). Dilihat dari perkenaan bagian kaki ke bola, menendang dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu Menendang dengan kaki bagian dalam, Menendang dengan kaki bagian luar, dan menendang dengan punggung kaki.
a.     Menendang Dengan Kaki Bagian Dalam.
Pada umumnya teknik ini digunakan untuk mengumpan jarak pendek. Analisis geraknya adalah sebagai berikut :
Ø  Badan menghadap sasaran di belakang bola.
Ø  Kaki tumpu berada disamping bola kurang lebih 15 cm, ujung kaki menghadap sasaran, lutut sedikit ditekuk.
Ø  kaki tending ditarik kebelakang, dan ayunkan ke depan.
Ø  setelah terjadi benturan dilanjutkan dengan Follow trow, ( gerakanlanjutan ).


b. Menendang Dengan Kaki Bagian Luar
Pada umumnya teknik menendang dengan kaki bagian luar digunakan untuk mengumpan jarak pendek. Analisis geraknya sebagai berikut :
Ø  Posisi badan dibelakang bola, kaki tumpu disamping belakang bola 25 cm, ujung kaki menghadap kesasaran, dan lutut sedikit ditekuk.
Ø  kaki tendang berada di belakang bola, dengan ujung kaki menghadap
kedalam.
Ø  kaki tending ditarik kebelakang dan ayunkan kedepan.
Ø  Perkenaan bola tepat di punggung kakibagian luar, dan tepat pada tengah –tengah bola.
Ø  Gerakan lanjutan kaki tending diangkat serong kurang lebih 45 derajat
menghadap sasaran.
c. Menandang Dengan Punggung Kaki
Pada umumnyamenendang dengan punggung kaki digunakan untuk menembak ke gawang atau shooting. Analisis gerakanya sebagai berikut :
Ø  Badan dibelakang bola sedikit condong kedepan, kaki tumpu diletakkan di samping bola dengan ujung kaki menghadap kesasaran, kaki sedikit ditekuk.
Ø  Kaki tending berada di belakang bola dengan punggung kaki menghadap kedepan / sasaran.
Ø  Kaki tending tarik ke belakang dan ayunkan kedepan hingga mengenai bola.
Ø  Perkenaan kaki pada bola tepat pada punggung kaki penuh dsan tepat pada tengah – tengah bola.
Ø  Gerakan lanjut kaki tending diarahkan dan di angkat kearah sasaran.
2.11.2. Menghentikan Bola ( Stopping )
Menghentikan bola merupakan salah satu teknik dasar dalam permainan sepakbola yang penggunaanya bersamaan dengan teknik menendang bola. Tujuan menghentikan bola adalah untuk mengontrol bola, yang termasuk didalamnya adalah untuk mengatur tempo permainan, mengalihkan laju permainan, dan memudahkan untuk passing.
Analisis gerakanya sebagai berikut :
·         Posisi badan segaris dengan datangnya bola.
·         Kaki tumpu mengarah pada boladengan lutut sedikit ditekut.
·         Kaki penghenti diangkat sedikit deengan permukaan bagian dalam kakidijulurkan kedepan segaris dengan datangnya bola.
·         Bola menyentuh kaki persis dibagian dalam/mata kaki.
·         Kaki penghenti mengikuti arah bola.
Untuk teknik menghentikan bola masih terdapat banyak cara yang dapat dilakukan diantaranya yaitu menggunakan Punggung kaki, Paha, Dada, serta Kepala apabila memungkinkan.
2.11.3. Menggiring Bola ( Dribbling )
Pada dasarnya menggiring bola adalah menendang terputus – putus atau pelan, oleh karenanya bagian kaki yang dipergunakan dalam menggiring bola sama dengan bagian kaki yang dipergunakan untuk menendang bola. Menggiring bola bertujuan antara lain untuk mendekati jarak kesasaran, melewati lawan, dan menghambat permainan. Dibawah ini akan di jelaskan mengenai posisi tubuh saat menggiring bola dengan menggunakan kaki bagian dalam :
Ø  Posisi kaki menggiring bola sama dengan posisi menendang bola.
Ø  Kaki yang digunakan untuk menggiring bola tidak ditarik kebelakang hanya diayunkan kedepan.
Ø  Diupayakan setiap melangkah, secara teratur bola disentuh/ didorong bergulir kedepan.
Ø  Bola bergulir harus selalu dekatdengan kaki agar bola dapat dikuasai
Ø  Pada waktu menggiring bolakedua lutut sedikit ditekuk untuk mempermudah penguasaan bola.
Ø  Pada saat kaki menyentuh bola, pendangan ke arah bola dan selanjutnya melihat situasi kelapangan.
2.12. Percobaan Penggunaan Gol Emas Dan Perak
Pada akhir 1990-an, IFAB mencoba membuat pertandingan lebih mungkin berakhir tanpa memerlukan adu penalti, yang sering dianggap sebagai cara yang kurang tepat untuk mengakhiri pertandingan. Contohnya adalah sistem gol perak yang mengakhiri pertandingan jika sebuah gol dicetak pada perpanjangan waktu pertama, dan gol emas yang mengakhiri pertandingan jika sebuah gol dicetak pada perpanjangan waktu kedua. Kedua sistem ini telah dihentikan oleh IFAB.
2.13. Kejuaraan International Besar
Kejuaraan internasional terbesar di sepak bola ialah Piala Dunia yang diselenggarakan oleh Fédération Internationale de Football Association. Piala Dunia diadakan setiap empat tahun sekali. Lebih dari 190 timnas bertanding di turnamen kualifikasi regional untuk sebuah tempat di babak final. Turnamen babak final yang berlangsung selama empat minggu kini melibatkan 32 timnas (naik dari 24 pada tahun 1998).
Kejuaraan internasional yang besar di setiap benua adalah:
- Eropa: Piala Eropa atau dikenal dengan nama Euro
- Amerika Selatan: Copa América
- Afrika: Piala Afrika
- Asia: Piala Asia
- Amerika Utara: Piala Emas CONCACAF
- Oseania: Piala Oseania
2.14. Piala Dunia Mini (Piala Konfederasi)
Ajang tingkat klub terbesar di Eropa adalah Liga Champions, sementara di Amerika Selatan adalah Copa Libertadores. Di Asia, Liga Champions Asia adalah turnamen tingkat klub terbesar. Sepak bola sudah dimainkan di Olimpiade sejak tahun 1900. (kecuali pada Olimpiade tahun 1932 di Los Angeles). Awalnya ini hanya untuk pemain-pemain amatir saja, namun sejak Olimpiade Los Angeles 1984 pemain profesional juga mulai ikut bermain, disertai peraturan yang mencegah negara-negara daripada memainkan tim terkuat mereka.
Pada saat ini, turnamen Olimpiade untuk pria merupakan turnamen U-23 yang boleh ditamnbahi 3 pemain di atas umur. Akibatnya, turnamen ini tidak mempunyai kepentingan internasional dan prestise yang sama dengan Piala Dunia, atau bahkan dengan Euro, Copa America atau Piala Afrika. Sebaliknya, turnamen Olimpiade untuk wanita membawa prestise yang hampir sama seperti Piala Dunia Wanita FIFA; turnamen tersebut dimainkan oleh tim-tim internasional yang lengkap tanpa batasan umur.



2.15. Sepak Bola Di Indonesia
Permainan sepak bola di Indonesia juga berkembang pesat. Ini ditandai dengan berdirinya Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada tahun 1930 di Yogyakarta yang diketuai oleh Soeratin Sosrosoegondo. Untuk menghargai jasanya, mulai tahun 1966 diadakan kejuaraan sepak bola Piala Soeratin (Soeratin Cup) yakni kejuaraan sepak bola tingkat taruna remaja. Pada saat ini permainan sepak bola digemari oleh hampir seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.
2.16. Organisasi Sepak Bola
- Fédération Internationale de Football Association (FIFA) (dunia)
- UEFA (eropa)
- CONMEBOL (amerika latin)
- CONCACAF (amerika)
- AFC (asia)
- CAF (afrika)
- OFC (oseania)


BAB III
PENUTUP
3.1. Simpulan                                                                   
Pemain terbagi atas Dua tim yang masing-masing terdiri dari 11 orang bertarung untuk memasukkan sebuah bola bundar ke gawang lawan ("mencetak gol"). Tim yang mencetak lebih banyak gol adalah sang pemenang (biasanya dalam jangka waktu 90 menit, tetapi ada cara lainnya untuk menentukan pemenang jika hasilnya seri). Peraturan terpenting dalam mencapai tujuan ini adalah para pemain (kecuali penjaga gawang) tidak boleh menyentuh bola dengan tangan mereka selama masih dalam permainan.
3.2. Saran
Bermain sepak bola juga menuntut kemampuan otak yang prima, Untuk dapat bermain sepak bola kita harus banyak berlatih dan memupuk kerja sama yang ulet karena dalam permainan ini sangat diperlukan kebersamaan dan keuletan dalam bermain demi terciptanya dinamika kebersamaan untuk mencapai kemenangan



DAFTAR PUSTAKA

·         Adiputra, N. 1998. Metodologi Ergonomi. Denpasar : program study Ergonomi-FisiologiKerja, Program Pascasarjana Universitas Odayana.
·         Adiputra, N. 2002. Denyut Nadi dan Kegunaannya Dalam Ergonomi. Jurnal ergonomicIndonesia V01 3, no 1 Juni 2002 :22-26
·         http://makalah7u.blogspot.com/2011/03/makalah-sepak-bola.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar